Posts

bingung jg gw.

hari ini gw bahagia. "miminnya kocak bgt" katanya. seneng hahaha. tapi ke mana yaa gw harus kasih tahu kabar bahagianya gw ini? ke twitter terlalu remeh, close friends ig ga pas. ke temen cewe, ini ngga seseneng itu untuk diceritain. ke temen cowo, malah saling salah paham mengartikan kalimatt?? dan sejak merasakan bahagia lagi, gw selalu disadarkan kalo setelahnya akan ada hari membosankan seperti biasanya. yang --gw juga selalu sadar-- lebih kekal daripada hari-hari bahagia itu. dan endingnya, gw selalu waswas saat merasakan rasa "senang". "ah tai, paling cuma sebentar. ga usah terlalu bahagia. besok balik sedih lagi". IH ANJING KESEL SAMA DIRI SENDIRI. gw nulis ini sambil nangis tapi haha.

Sakit.

Sejak pagi kemarin, kepala saya pusing terus. Hal ini berlangsung sampai siang. Sialnya, pusing saya hilang, gantian ingus cair keluar dari hidung saya, seperti kran air. Ia mengucur seakan-akan prajurit yang keluar dari hutan setelah memenangkan perang gerilya selama sehari semalam suntuk. Tidak berhenti sampai di situ, badan saya mulai lemas, kepala ikut-ikutan terasa nyeri. Tidur pun tidak menolong. Hanya tambah sakit saja. Saya mengomel sekencang-kencangnya--di dalam hati. Duh anjing, jatah sakit tahunan saya kok musti datang sekarang sih. Jatah sakit ini, sudah lama saya perhatikan rimanya. Setiap tahun, saya pasti sakit minimal sekali--dan biasanya hanya sekali. Penyakitnya sih enteng. Kalau bukan flu, pilek, batuk-batuk, demam, atau gabungan semuanya. Kali ini, cukup pilek saja ya. Semoga. Obat yang saya minum setiap jatah sakit tahunan datang, apa pun penyakitnya, hanyalah Imboost dan Susu Beruang tok. Tok dan  I tell you , ya, hal ini selalu berhasil. Barang 2-5 hari,...

6 Rakaat VS 2 Rakaat

Image
Hari kemarin, saya--tidak seperti biasanya, melaksanakan solat sunnah dhuha 6 rakaat. Biasanya, sih 2 rakaat. Ya, bukannya apa-apa, hari itu, saya--bersama mahasiswa stis 60 lainnya- harus mengikuti uas jarak jauh di tempat tinggal masing-masing karena masih terjebak coronski. Jujur, hari itu capek sekali!  Bagaimana tidak, saya harus mengikuti ujian mata kuliah Statistika Mate mati ka 2, matkul tersulit segalaksi bimasakti, setidaknya menurut saya sendiri y. Mana coronski kan, apa-apa harus belajar secara mandiri, otodidak, independen, seorang diri, otonom, ah  you name it lah. bajingan pokoknya. Sebenarnya saya sudah terbayang-bayang akan remidi kalau-kalau ujian kali ini tidak berhasil (lagi). Sebab muasalnya ya karena nilau uts saya yang terjerembab di dalam gorong gelap lembab yang dipenuhi sawang. jauh terperosok. terperosok sekali. hahaha. Tapi sayangnya hari-hari yang seharusnya saya gunakan untuk melawan kebodohan akan statmat malah saya sia-siakan dengan ...