6 Rakaat VS 2 Rakaat
Hari kemarin, saya--tidak seperti biasanya, melaksanakan solat sunnah dhuha 6 rakaat. Biasanya, sih 2 rakaat. Ya, bukannya apa-apa, hari itu, saya--bersama mahasiswa stis 60 lainnya- harus mengikuti uas jarak jauh di tempat tinggal masing-masing karena masih terjebak coronski. Jujur, hari itu capek sekali! Bagaimana tidak, saya harus mengikuti ujian mata kuliah Statistika Mate mati ka 2, matkul tersulit segalaksi bimasakti, setidaknya menurut saya sendiri y. Mana coronski kan, apa-apa harus belajar secara mandiri, otodidak, independen, seorang diri, otonom, ah you name it lah. bajingan pokoknya. Sebenarnya saya sudah terbayang-bayang akan remidi kalau-kalau ujian kali ini tidak berhasil (lagi). Sebab muasalnya ya karena nilau uts saya yang terjerembab di dalam gorong gelap lembab yang dipenuhi sawang. jauh terperosok. terperosok sekali. hahaha. Tapi sayangnya hari-hari yang seharusnya saya gunakan untuk melawan kebodohan akan statmat malah saya sia-siakan dengan ...